Scroll untuk baca artikel
banner 468x60
Example floating
Example floating
banner 468x60
BeritaHukum

Modus Tanki Modifikasi, Truk Dumtruk Asal Pare Pare Tengah Diduga Kuras BBM Solar Subsidi di Labura.

Avatar photo
158
×

Modus Tanki Modifikasi, Truk Dumtruk Asal Pare Pare Tengah Diduga Kuras BBM Solar Subsidi di Labura.

Sebarkan artikel ini

Labuhanbatu Utara. AFJNews.Online – Tim Investigasi Lembaga Missi Reclassering Republik Indonesia Komisariat Daerah Labuhanbatu Utara (LMR RI Komda Labura) mengungkap adanya dugaan praktek penyalahgunaan BBM Solar subsidi dengan mobil mobil lansir di dua lokasi berbeda, yakni SPBU 14.214.219 simpang Marbau dan SPBU 14.214.230 Aek kota batu.

Temuan ini didapati tim melakukan pemantauan lapangan pada Rabu (08/04/2026) dini hari. Dalam investigasi tersebut, satu unit truk jenis Dumtruk tanpa nomor polisi (Nopol) yang diketahui berasal dari Desa Pare Pare Tengah, Kecamatan Marbau, menjadi sorotan utama.

Modus Operandi Tanki Modifikasi:
Berdasarkan pantauan tim di lapangan, truk tersebut diduga kuat telah dimodifikasi pada bagian tangkinya agar dapat menampung BBM dalam kapasitas besar. Truk tersebut terlihat melakukan pengisian berulang kali dengan pola yang mencurigakan.

Baca Juga :  Hadiri Wisuda IV Unimar, Wabup Intan Tandaskan Pendidikan Adalah Pondasi Penting Pembangunan

“Setelah mengisi BBM di SPBU Simpang Marbau, mobil keluar ke arah Rantau Prapat. Namun hanya berjarak sekitar 200 meter, mobil tersebut berbalik arah dan masuk kembali ke antrean SPBU yang sama,” ungkap Sahbela Rambe kepala divisi investigasi LMR RI Komda Labura kepada awak media, Kamis (09/04/2026).

Aksi ini tidak berhenti di satu lokasi. Sekitar pukul 04.00 wib, truk yang sama terpantau kembali melakukan pengisian BBM Solar subsidi di SPBU Aek Kota Batu. Pola “mondar mandir” ini memperkuat dugaan bahwa kendaraan tersebut dirancang khusus sebagai alat pengangkut ( lansir ) BBM subsidi diduga kuat untuk kepentingan bisnis.

Baca Juga :  Kapolsek Kresek Polresta Tangerang pimpin Apel Gabungan dalam rangka Pengamanan Malam Takbir

Skema Penjualan Malam Hari:

Selain banyaknya kendaraan pelansir yang mondar mandir, tim investigasi juga menemukan pola penjualan yang dianggap tidak wajar di SPBU Simpang Marbau. Diketahui pihak SPBU membuka penjualan Solar subsidi mulai pukul 22.00 wib hingga pukul 01.00 wib.

Menurut keterangan salah seorang pengendara minibus Kijang Kapsul yang baru keluar dari SPBU, terdapat pembagian kuota yang mencurigakan dalam penyaluran Solar.

Biasanya kalau Solar masuk 18 ton, dibagi dua. Yang 9 ton dijual malam hari sampai habis ( jam 01.00 WIB ), sisanya baru dibuka kembali pukul 06.00 WIB,” ujar sumber tersebut yang juga berasal dari Desa Pare Pare Tengah kepada awak media.

Baca Juga :  Polres Pelabuhan Belawan Lakukan Pengamanan Gereja Perayaan Paskah

Desak Aparat Turun Tangan

Temuan ini menimbulkan keprihatinan mendalam karena berpotensi merugikan masyarakat luas yang lebih membutuhkan BBM subsidi. LMR RI Komda Labura meminta pihak berwajib untuk segera melakukan tindakan tegas.

“Kami meminta Kanit Tipiter Polres Labuhan Batu dan Kapolsek NA IX-X untuk segera turun tangan menyelidiki temuan ini. Praktek langsir dengan tangki modifikasi ini jelas melanggar aturan dan harus ditindak secara hukum,” tegas Tim Investigasi LMR RI.

LMR RI Komda Labura menyatakan akan terus mengawal dan memantau pergerakan truk truk pelansir di wilayah Labuhanbatu Utara guna memastikan pendistribusian BBM bersubsidi tepat sasaran sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

banner 468x60
Example 120x600