Scroll untuk baca artikel
banner 468x60
Example floating
Example floating
banner 468x60
Hukum

Terkait Komplik Ternak Lembu yang Viral di Media Sosial, Martogi boru Sinaga dan Jefry Agustono Sepakat Berdamai

Avatar photo
16
×

Terkait Komplik Ternak Lembu yang Viral di Media Sosial, Martogi boru Sinaga dan Jefry Agustono Sepakat Berdamai

Sebarkan artikel ini

Labuhanbatu, Afjnews.online – Rintik hujan yang mengguyur Mapolres Labuhanbatu serasa mengiringi proses perdamaian atas perselisihan yang sempat membuat kegaduhan antara kedua belah pihak yang berseteru terkait komplik kepemilikan ternak lembu yang viral di media sosial yang dituding melibatkan oknum TNI, sehingga menjadi sorotan publik.

Kedua belah pihak yang berseteru Martogi boru Sinaga dengan Jefry Agustono sepakat berdamai dan menghentikan proses hukum. Sekaligus menyampaikan pernyataan perdamaian dan ucapan terimakasih serta permintaan maaf kepada para pihak yang turut dikait-kaitkan dalam permasalahan yang telah terjadi.

Pernyataannya tersebut disampaikan kedua belah pihak di Mapolres Labuhanbatu jalan MH Thamrin Kelurahan Rantauprapat Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu Sumatera Utara. Selasa 30 Juni 2026 sekira pukul 19.30 Wib.

Dalam pernyataan yang disampaikan didepan para wartawan Martogi boru Sinaga dan Jefry Agustono sepakat berdamai dan saling memaafkan serta tidak melanjutkan persoalan hukum. Sekaligus menyampaikan ucapan terimakasih kepada Dandim 0209/LB dan Kapolres Labuhanbatu yang telah memfasilitasi proses perdamaian tersebut.

Bukan itu saja, kedua belah pihak juga menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan Darat, Pangdam I/Bukit Barisan, Danrem 022/Pantai Timur dan kepada Dandim 0209/Labuhanbatu atas kegaduhan yang terjadi di media sosial yang menyudutkan institusi TNI atas tudingan keterlibatan oknum TNI mengambil ternak lembu.

Baca Juga :  Tim Macan Polres Pelabuhan Belawan Amankan Remaja Terduga Pelaku Tawuran di Yong Panah Hijau

Didampingi kuasa hukumnya, Martogi boru Sinaga menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf terkait video viral pencurian lembu oleh 1 kompi TNI yang beredar saat ini dan permasalahan hukum yang terjadi diantara dirinya dengan Jefry Agustono.

“Dapat saya sampaikan hari ini terdapat kekhilafan kami dalam menyikapi kepemilikan dan menandakan lembu antara saya dengan saudara Jefry. Dengan ini kami memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi. Kami berterima kasih kepada bapak Dandim 0209/Labuhanbatu dan bapak Kapolres Labuhanbatu yang telah membantu memfasilitasi mediasi antara saya dengan saudara Jefri yang akhirnya permasalahan di antara kami dapat selesai dengan cara kekeluargaan.”

“Saya martogi Boru Sinaga meminta maaf kepada bapak Panglima TNI, bapak Kepala Staf Angkatan Darat, bapak Pangdam 1/Bukit Barisan, bapak Danrem 022/Pantai Timur, bapak Dandim 0209/Labuhanbatu, serta seluruh pihak yang terlibat karena telah dikait-kaitkan di dalam permasalahan internal saya dengan saudara Jefry Agustono”, ucap Martogi boru Sinaga.

Baca Juga :  Tindak Lanjut Polresta Tangerang Terkait Dugaan Pelecehan di Mie Gacoan Balaraja

Hal senada juga disampaikan Jefry Agustono yang turut didampingi kuasa hukumnya, menyampaikan permintaan maaf sekaligus ucapan terimakasih kepada Dandim 0209/Labuhanbatu dan Kapolres Labuhanbatu yang telah memfasilitasi dan memediasi atas perselisihan kepemilikan ternak lembu yang membuat kegaduhan di media sosial.

“Rekan-rekan media sekalian terimakasih, yang pertama saya memohon maaf. Adapun permohonan maaf ini terkait video viral yang beredar di masyarakat terkait narasi adanya oknum TNI yang mencuri lembu. Tentu ingin kami sampaikan bahwa tadi sudah kami klarifikasi dengan para pihak bahwa itu adalah kesalahfahaman, itu timbul dari adanya persoalan hukum dari kami.”

“Mungkin hal-hal seperti ini timbul dari dasar kekhilafan dari para pihak, baik dari menandakan lembu dan lain-lain. Dan, hari ini kami dengan ihklas menerima dan juga memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi kepada para pihak”, sebut Jefry.

Ia juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada bapak Dandim 0209/Labuhanbatu dan bapak Kapolres Labuhanbatu, karena telah menyediakan wadah buat kedua belah pihak untuk melakukan mediasi. Menurutnya, perdamaian itu hal yang luar biasa, hal yang baik, hal yang diajarkan guru agama. “Dengan ini kami ingin sampaikan kami menerima dengan ihklas dan berlapang dada”, ungkap Jefry.

Baca Juga :  Polres Pelabuhan Belawan dan Brimob Polda Sumut Tangkap 5 Pelaku Tawuran Maut

Dilanjutkannya, ” kami juga ingin memohon maaf kepada bapak Panglima TNI, bapak KASAD, bapak Pangdam I/Bukit Barisan, bapak Danrem 022/Pantai Timur, bapak Dandim 0209/Labuhanbatu, karena adanya permasalahan kami, sehingga menimbulkan kehebohan yang luar biasa dan kegaduhan diantara masyarakat, kami fahami TNI milik kita semua, kita juga tidak ada mau pihak-pihak yang tersakiti dari permasalahan ini.”

“Saya rasa hari ini dengan kelapangan hati kedua belah pihak kita dapat menyatakan masalah ini sudah selesai. Terimakasih kepada bapak Kapolres, hari ini proses pencabutan perkara yang kami lakukan di fasilitasi dengan baik dan berjalan lancar”, ucap Jefry dengan rona wajah penuh keihklasan.

Amatan awak media dilokasi, perdamaian berjalan lancar penuh kekeluargaan dan kehangatan dan kedua pihak saling bermaaf-maafan dengan saling bersalaman disaksikan para pihak terkait dan para wartawan yang senantiasa bersabar menunggu proses perdamaian hingga selesai membuat pernyataan yang mengakhiri perselisihan diantara kedua belah pihak yang berkomplik.

banner 468x60
Example 120x600