Labuhanbatu, AFJNews.Online – Tim Investigasi AFJNews.Online menemukan kondisi fasilitas SMP Negeri 3 Panai Hulu, Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara, dalam keadaan memprihatinkan dan tidak layak untuk kegiatan belajar mengajar.
Hasil pantauan pada 5 Mei 2026 menunjukkan sejumlah kerusakan serius di berbagai titik bangunan sekolah. Dibagian koridor, plafon tampak sudah banyak yang jebol dan lapuk. Sementara di ruang kelas X-2, pintu kayu dalam keadaan rusak parah, cat mengelupas, dan bagian bawah pecah. Didalam kelas juga ditemukan kursi plastik tergeletak di lantai dan tas dibiarkan begitu saja.
Kondisi lebih memprihatinkan terlihat di ruang kelas lain. Meja kayu terbalik dan kursi plastik berwarna merah, biru, serta hijau berserakan di lantai. Kertas kertas berceceran di seluruh ruangan. Dinding yang dicat kuning dan biru sudah pudar, kotor, dan penuh coretan. Plafon kotak hitam putih di bagian atas kelas juga terlihat ada yang bolong.
Selain kerusakan didalam ruangan, lingkungan sekolah juga terlihat tidak terawat. Semak belukar tumbuh di sejumlah area halaman sekolah, hingga kesan kumuh dan tidak bersih tidak dapat dihindari. Parah !
Kondisi ini tentu mengganggu kenyamanan dan keselamatan siswa dalam proses belajar mengajar. Fasilitas yang tidak layak berpotensi menimbulkan resiko kecelakaan bagi siswa dan guru.
Keterangan Guru dan Sorotan Kenerja.
Berdasarkan keterangan salah satu guru yang sempat sedikit memberi keterangan dan no telp/ WA Kepsek kepada tim. Kepala SMP Negeri 3 Panai Hulu telah menjabat selama kurang lebih 3 tahun. Namun menurut guru tersebut, belum ada perbaikan signifikan pada kondisi bangunan sekolah selama periode tersebut.
Tim juga menyayangkan kondisi lingkungan sekolah yang ditumbuhi semak belukar, karena tidak mencerminkan penerapan semboyan 5K yakni Kebersihan, Ketertiban, Keindahan, Keamanan, dan Kekeluargaan yang seharusnya menjadi budaya di lingkungan pendidikan.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak SMP Negeri 3 Panai Hulu, terutama sekali Kepala Sekolah Bilman Spd belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi bangunan sekolah tersebut. Awak media ini telah berusaha mendatangi sekolah, menghubungi via WhatsApp sebagai upaya untuk melakukan konfirmasi.

















