Labuhanbatu Utara, AFJNews.Online – Kabar mengejutkan datang dari lingkaran keluarga orang nomor satu di Labuhanbatu Utara (Labura). Seorang pria bernama Diki Ardiansyah Sitorus yang diidentifikasi sebagai sepupu dari bupati Labura kini resmi menyandang status terlapor di Kepolisian Sektor (Polsek) NA IX-X – Aek Kota Batu. Sesuai informasi yang dihimpun dari Tempat Kejadian Perkara (TKP), ia diduga kuat melakukan penggelapan sepeda motor milik rekannya sendiri.
Kejadian ini mendadak viral bukan hanya karena status kekerabatannya dengan pejabat publik, melainkan juga karena isu miring yang menyertai motif di balik tindakannya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat Diki Ardiansyah Sitorus tiba tiba mengambil kunci motor yang berada diatas meja, dengan alasan ingin membeli nasi. Namun, setelah kunci motor berada ditangan terlapor, Diki Ardiansyah Sitorus justru menghilang bak ditelan bumi, diduga akan muncul kembali apabila uangnya sudah habis. Upaya mediasi yang dilakukan korban bersama orang tuanya tidak membuahkan hasil, hingga akhirnya laporan resmi dilayangkan ke pihak polsek NA IX-X.
Benarkah Diduga Terkait Gaya Hidup ‘Penyabu’?
Rumor yang berkembang pesat di tengah masyarakat menyebutkan bahwa tindakan nekat Diki Ardiansyah Sitorus diduga dipicu oleh gaya hidup yang tidak sehat. Muncul dugaan kuat bahwa hasil dari penggelapan sepeda motor tersebut digunakan untuk mendanai kecanduan narkoba jenis sabu.
Istilah “PENYABU MISKIN” mulai santer terdengar untuk menggambarkan kontrasnya kehidupan terlapor ; memiliki akses kekerabatan dengan elite daerah, namun terperosok ke dalam kriminalitas jalanan demi memenuhi ketergantungan zat terlarang.
Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu:
Hingga saat ini, pihak Polsek NA IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara masih terus melakukan pendalaman terhadap laporan tersebut. Masyarakat dan media menanti apakah status sosial dan hubungan keluarga dengan pejabat akan mempengaruhi proses hukum.
“Hukum harus ditegakkan ( tegak lurus ). Jika benar terbukti, status sebagai keluarga pejabat Labura seharusnya tidak menjadi tameng untuk meloloskan diri dari jerat pidana,” ujar salah seorang warga yang memantau kasus ini, kepada awak media, Sabtu ( 14/02/2026 ).
Catatan Redaksi:
Hingga berita ini ditayangkan, pihak keluarga Bupati Labuhanbatu Utara belum memberikan pernyataan resmi terkait keterlibatan kerabatnya dalam kasus ini. Pihak Kepolisian juga masih melakukan pengejaran terhadap Diki Ardiansyah Sitorus yang diduga telah melarikan diri keluar daerah, tapi disinyalir masih berada di dalam rumahnya di komplek perumahan Neolip Agro Persada – Jalan PT Binanga Kampung Pajak.

















