Labuhanbatu, AFJNews.Online – Kondisi Sekolah Dasar Negeri ( SDN ) 22 Panai Tengah di Kabupaten Labuhan Batu, Provinsi Sumatera Utara telah mencapai tingkat kerusakan yang sangat memprihatinkan, memicu gelombang kritik tajam terhadap Pemerintah Daerah Kabupaten Labuhan Batu atas dugaan keteledoran dan abaikan terhadap sektor pendidikan.

Kegiatan belajar-mengajar di SDN 22 Panai Tengah kini nyata berlangsung di bawah ancaman runtuhnya bangunan. Atap sekolah yang bocor besar besar hampir di seluruh bangunan, kayu mulai lapuk karena terkena hujan dan panas, kaca jendela pecah, kursi dan meja belajar sudah usang, cat bangunan sekolah sudah kusam.
Fisik bangunan SD Negeri 22 Panai Tengah menunjukkan bahwa sekolah ini sudah sudah tidak layak huni dan membahayakan keselamatan puluhan siswa serta tenaga pendidik.
Alih alih mendapatkan fasilitas pendidikan yang baik dan memadai, anak anak didik dan guru terpaksa bertaruh nyawa di tengah puing puing bangunan, ancaman nyata ditengah kegiatan belajar.

Pemda Labuhan Batu Dianggap Teledor dan Lamban Merespon.
Kerusakan SDN 22 Panai Tengah ini bukanlah masalah yang baru. Berdasarkan keterangan warga setempat dan pemerhati pendidikan Labuhan Batu, kondisi ini sudah berlangsung bertahun tahun tanpa adanya intervensi perbaikan yang berarti dari Pemda Labuhan Batu melalui Dinas Pendidikan terkait.
“Ini bukan lagi soal kekurangan anggaran, tapi soal prioritas dan keberpihakan seorang pemimpin daerah. Jika keselamatan anak anak dan kualitas pendidikan saja diabaikan, lantas apa prioritas Pemda selama ini ?” Ujar Rizky salah satu pemuda pemerhati pendidikan Labuhan Batu kepada awak media pada Jumat ( 28/11/2025 ).
Publik kini menilai lambatnya respon Pemda mencerminkan manajemen Pemerintahan yang terindikasi buruk dan kurang rasa tanggung jawab terhadap aset vital daerah.
Keteledoran ini dianggap sebagai kegagalan Pemda Labuhan Batu dalam menjalankan amanat UUD 1945 untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Ironisnya, ditengah kondisi sekolah yang rusak parah, anggaran pendapatan dan belanja daerah ( APBD ) Kabupaten Labuhan Batu selalu mengalokasikan dana pendidikan.
Pertanyaan besar muncul : kemana alokasi dana pemeliharaan dan perbaikan sekolah selama bertahun tahun disalurkan ?
Masyarakat menuntut agar Bupati Labuhan Batu segera lakukan audit mendalan terhadap penggunaan anggaran pendidikan dan juga segera melakukan perbaikan total terhadap SDN 22 Panai Tengah, bukan lagi hanya sekadar tambal sulam yang bersifat sementara.
Masyarakat setempat mendesak Pemda dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Kabupaten Labuhan Batu untuk :
. Segera ambil tindakan darurat untuk merelokasi atau memperbaiki total bangunan SDN 22 Panai Tengah.
. Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Dinas Pendidikan terkait tata kelola infrastruktur sekolah.
– Membuka diri untuk di kritik publik terkait alokasi dana pemeliharaan infrastruktur pendidikan.
Jika Pemda Labuhan Batu terus menunjukkan sikap abai, hal ini hanya akan memperkuat pandangan publik bahwa Pemda telah mengkhianati masa depan generasi muda Labuhan Batu.

















