Labuhanbatu Utara, AFJNews.Online – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Macan Asia Indonesia (MAI) Kabupaten Labuhanbatu Utara mengeluarkan pernyataan tegas terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut. Pengurus Macan Asia Indonesia menghimbau kepada seluruh pengelola dapur MBG, SPPG, serta para guru agar tidak melakukan tindakan intimidasi maupun pengancaman terhadap siswa siswi.
Pernyataan ini muncul sebagai respon terhadap kekhawatiran adanya tekanan kepada siswa maupun keluarganya yang menyuarakan keluhan terkait kualitas menu makanan yang dianggap tidak wajar atau tidak layak konsumsi, seperti yang terjadi di daerah lain.
“Program Makan Bergizi Gratis adakah hak siswa untuk mendapatkan nutrisi terbaik. Jangan sampai ketika ada menu yang tidak layak, siswa justru di intimidasi atau diancam karena melaporkannya. Kami meminta pihak sekolah dan pengelola dapur di Labura bersikap terbuka terhadap kritik,” ujar M.Daham ketua DPC MAI Labura, kepada awak media ini, Senin (2/03/2026).
Lebih lanjut, Macan Asia Indonesia Labura menekankan beberapa poin utama:
1. Keamanan Siswa : Siswa harus merasa aman untuk melaporkan jika makanan yang diterima dalam kondisi basi, tidak higienis, atau tidak sesuai standar gizi.
2. Peran Guru Sebagai Pelindung : Guru dan pihak sekolah dilarang keras mengaitkan keluhan makanan dengan sanksi akademik atau tekanan psikologis lainnya.
3. Transparansi Pengelola : Dapur MBG dan SPPG wajib memastikan setiap porsi yang disajikan memenuhi standar yang telah ditetapkan pemerintah tanpa adanya pengurangan kualitas.
Sesuai perintah Dewan Pimpinan Daerah, Macan Asia Indonesia DPC Labura menyatakan akan terus mengawasi, mengawal dan melaporkan jalannya program ini di lapangan. Jika ditemukan adanya praktek intimidasi atau penyajian menu yang asal asalan, organisasi tidak akan segan untuk melaporkan temuan tersebut kepada pihak berwenang dan dinas serta pimpinan MAI terkait untuk di tindak lanjuti secara hukum.
“Tujuan program ini adalah mencerdaskan anak bangsa melalui gizi yang baik. Mari kita jalankan dengan jujur, tanpa ada oknum yang mencoba menutupi kekurangan dengan cara menakut nakuti , mengancam anak didik kita,” tutup pernyataan ketua MAI Labura.

















