Labuhanbatu Utara, AFJNews.Online – Lembaga Missi Reclassering Republik Indonesia Komisariat Daerah Labuhanbatu Utara ( LMR RI Komda Labura ) melayangkan protes terbuka terhadap Operasional Dapur Makan Bergizi Gratis ( MBG ) SPPG Bandar Durian 1.
Temuan lapangan mengungkapkan bahwa distribusi makanan di Yayasan SMKS Islam Terpadu ( IT ) Shah Hamidun Majid, Bandar Durian, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, terindikasi jauh dari standar kesehatan dan aturan Badan Gizi Nasional ( BGN ).
Kritik tajam ini mencuat setelah terpantau bahwa para siswa di sekolah tersebut menerima paket makanan untuk tiga hari sekaligus ( kamis, Jum’at, Sabtu – tanggal 26,27,28 February 2026 ) yang hanya dibungkus dengan plastik biasa, diduga dengan sengaja mengesampingkan penggunaan wadah standar ( ompreng ) yang diwajibkan oleh pemerintah.
Menu Cari Gampang dari Bahan Plastik.
Kepala bagian Investigasi LMR RI Komda Labura Sahbela Rambe menyatakan bahwa plastik di SMKS IT Shah Hamidun Majid adalah bukti nyata lemahnya pengawasan. Alih alih mendapatkan asupan gizi, protein dan nutrisi lengkap, siswa justru disuguhi menu kering berupa Serba Satu ( SerTu ) yaitu : 1 potong Roti, 1 potong kue, dan 1 buah, 1 butir telur, 1 susu yang hanya dibungkus plastik.
“Siswa di SMKS IT Shah Hamidun Majid bukan objek uji coba bisnis. Penggunaan plastik sekali pakai untuk makanan sangat berbahaya karena resiko migrasi bahan kimia karsinogenik ke tubuh siswa. Ini pelanggaran serius terhadap aspek legalitas dan kesehatan, ” tegas Sahbela Rambe kepada awak media, Sabtu ( 28/02/2026 ).
Indikasi Dapur Siluman dan Keuntungan Pribadi.
Kualitas makanan yang rendah ini memperkuat dugaan bahwa Dapur MBG Bandar Durian 1 beroperasi asal jadi tanpa melibatkan tenaga ahli yang kompeten. LMR RI menduga kuat pengelola lebih mengutamakan keuntungan pribadi daripada standar gizi yang telah ditetapkan negara.
“Kami meragukan keberadaan Ahli Gizi, Chef dan akunting di dapur tersebut. Jika mereka ada, tidak mungkin makanan yang sampai ke tangan siswa di SMKS IT Shah Hamidun Majid kualitasnya serendah itu, dan kami menduga ini adalah bentuk penghianatan terhadap program nasional,” tambahnya.
Tuntutan LMR RI Komda Labura:
1. Evaluasi Total : Menuntut Badan Gizi Nasional segera mengaudit operasional Dapur MBG SPPG Bandar Durian 1 yang menyuplai ke SMKS IT Shah Hamidun Majid dan sekolah lainnya.
2. Kembali ke Ompreng : Menolak keras distribusi menggunakan plastik dan menuntut Penggunaan wadah food grade mulai Senin,minggu depan.
3. Audit Anggaran : Mempertanyakan transparansi dana yang seharusnya dialokasikan untuk gizi lengkap, namun hanya berwujud roti,kue dan plastik.
LMR RI Komda Labura menegaskan akan terus mengawal kasus ini. Jika dalam waktu dekat ini tidak ada perubahan standar di SMKS IT Shah Hamidun Majid dan sekolah lainnya, lembaga akan melaporkan temuan ini langsung ke pemerintah pusat, APH sebagai laporan malpraktek program strategis nasional.

















