Scroll untuk baca artikel
banner 468x60
Example floating
Example floating
banner 468x60
Nasional

HKTI Kepri Dorong Akselerasi Hilirisasi Pangan Lokal Lewat FGD, Selaraskan Program dengan Asta Cita Presiden

Avatar photo
73
×

HKTI Kepri Dorong Akselerasi Hilirisasi Pangan Lokal Lewat FGD, Selaraskan Program dengan Asta Cita Presiden

Sebarkan artikel ini

‎Batam – AFJNews.Online
‎Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Kepulauan Riau menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Akselerasi Hilirisasi Sektor Ketahanan Pangan Lokal Provinsi Kepulauan Riau dalam Bingkai Asta Cita Presiden Republik Indonesia”, yang berlangsung di Auditorium ITEBA, Jalan Palm Spring, Taman Baloi, Kecamatan Batam Kota, Minggu (8/2/2026).

‎Kegiatan ini dihadiri jajaran DPD dan DPC HKTI kabupaten/kota se-Kepulauan Riau, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. FGD tersebut menjadi momentum awal HKTI Kepri dalam memperkuat peran petani dan nelayan, sekaligus mempercepat pengembangan hilirisasi sektor pangan lokal.

‎HKTI Siap Dukung Asta Cita Presiden
‎Wakil Gubernur Kepulauan Riau yang juga Ketua DPD HKTI Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, menegaskan bahwa HKTI Kepri berkomitmen menjadi bagian terdepan dalam mendukung program strategis nasional, khususnya pada agenda ketahanan pangan yang menjadi salah satu fokus dalam Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto.

‎“FGD ini menjadi pintu pembuka agar ke depan ada keberpihakan nyata kepada para petani dan nelayan kita. Ketahanan pangan adalah isu utama nasional, dan HKTI Kepri hadir untuk memperjuangkan kepentingan pelaku sektor ini,” ujarnya.

‎Menurutnya, hilirisasi pangan lokal menjadi langkah penting agar hasil produksi tidak hanya berhenti di tingkat bahan mentah, tetapi memiliki nilai tambah yang mampu meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha sektor pertanian dan perikanan.

‎Dorongan Kolaborasi Lintas Sektor
‎Wali Kota Batam, Amsakar Ahmad, dalam kesempatan yang sama mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi dalam mengakselerasi pembangunan sektor pertanian di Kepri.

‎Ia menyebut, saat ini sekitar 13 ribu petani di Kepulauan Riau telah terdata dan mendapatkan perlindungan BPJS. Meski demikian, menurutnya, masih banyak program yang perlu dipercepat agar manfaatnya semakin dirasakan di lapangan.

‎“Melalui FGD ini kita dorong akselerasi program-program pertanian agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para petani, khususnya di Kepri,” kata Amsakar.

‎HKTI Jadi Payung Besar Sektor Pertanian
‎Sementara itu, Budi Lesmana, Caretaker HKTI DPD Kepri, menyampaikan apresiasi kepada para petani di Kepulauan Riau serta menegaskan komitmen HKTI sebagai wadah pemersatu pelaku sektor pertanian dan ketahanan pangan.

‎“Insyaallah dengan adanya HKTI, kita bisa mewadahi semua, menjadi satu payung untuk memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan di Kepri,” ucapnya.

‎Ia menilai, penguatan organisasi dan sinergi dengan pemerintah menjadi kunci dalam mendorong kemandirian pangan daerah, khususnya di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis tersendiri.

‎Sinergi Pemerintah Daerah Perkuat Ketahanan Pangan
‎FGD tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kepri, Kepala Dinas Pertanian Kota Batam, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepri.

‎Kehadiran berbagai OPD ini menunjukkan komitmen bersama dalam membangun kemandirian pangan lokal melalui pendekatan lintas sektor.

‎Melalui forum ini, HKTI Kepri berharap lahir rumusan strategis yang mampu mempercepat hilirisasi pangan lokal sekaligus memperkuat posisi petani dan nelayan sebagai pilar ketahanan pangan daerah maupun nasional.

banner 468x60
Baca Juga :  Pondok Pesantren yayasan Tahfidz Sulaimaniyah yusra Gelar Upacara HUT RI Ke-80 dengan penuh semangat.
Tag:
Penulis: Alex irawan
Example 120x600