Labuhanbatu Utara. AFJNews.Online – Praktek penyimpangan BBM solar bersubsidi di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara, bukan lagi sekedar pelanggaran administratif, melainkan sudah menjadi aksi terorganisir yang terbagi dalam dua poros kekuatan. Hasil investigasi mendalam tim AfJNews online di lapangan menemukan fakta mencengangkan : SPBU di wilayah ini diduga kuat telah menjadi “Pom bensin pribadi” bagi kelompok mafia yang bergerak ke arah pantai dan ke arah gunung (Hutan).
Poros Pantai :
“BBM Solar Bersubsidi untuk Industri Pesisir”.
Jalur pertama yang menjadi sasaran empuk para pelaku adalah jalur menuju pesisir. Investigasi kami menemukan pola pengisian berulang pada kendaraan tangki modifikasi yang ditengarai dikoordinir oleh oknum pebisnis dari Desa Pare Pare Tengah.
“Modusnya sangat rapi, mobil mobil ini diduga menampung BBM Solar subsidi dari SPBU lokal untuk kemudian didistribusikan secara ilegal ke kawasan Kuala Bangka dan pesisir lainnya,” ungkap sumber terpercaya dilapangan. Aktivitas ini jelas jelas mengabaikan sistem Full Cycle dan Barcode yang seharusnya melindungi hak masyarakat nelayan pesisir, namun justru dialihkan untuk kepentingan bisnis ilegal yang merugikan negara.
Poros Gunung :
(Bahan Bakar untuk Mesin Penghancur Hutan)
Tidak kalah brutalnya adalah Poros kedua, yakni jalur menuju pegunungan. Berbeda dengan jalur pantai, BBM Solar Subsidi yang “Dijarah” dari SPBU di wilayah Labura ini disinyalir menjadi pasokan utama bagi operasional mesin mesin alat berat Beko (Excavator) dan BBM Pertalite untuk mesin mesin chainsaw yang digunakan oleh para mafia ilegal loging.
“Ini adalah bentuk penghianatan ganda terhadap negara, BBM yang disubsidi untuk membantu rakyat, justru digunakan sebagai bahan bakar untuk menghancurkan hutan kita sendiri,” tegas perwakilan LMR RI Komda Labura dalam keterangannya kepada redaksi Afjnews Online, Munggu (12/04/2026).
SPBU sebagai “Titik Nol” Kejahatan:
SPBU 14.214.299 Jalan lintas Simpang Marbau, Kecamatan NA IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara menjadi salah satu lokasi yang paling disorot dalam investigasi ini. Pembiaran yang dilakukan petugas SPBU dengan mengabaikan verifikasi barcode diyakini bukan sebuah kelalaian,.diduga melainkan kesengajaan yang terstruktur untuk memuluskan pasokan bagi kedua poros jalur mafia ini.
Tim AfJNews.online dan LMR RI Komda Labura kini tengah mengantongi bukti bukti lapangan terkait keterlibatan oknum dalam distribusi ilegal ini. Data ini akan segera kami bawa ke pihak Pertamina Patra Niaga.
Jika praktek ini terus dibiarkan, maka ketersediaan BBM di Labura akan terus terancam, sementara kerusakan lingkungan akibat maraknya ilegal loging di jalur gunung dan kerugian negara di jalur pesisir akan semakin tak terbendung .
Redaksi AfJNews.online akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Kepada masyarakat yang memiliki informasi lebih lanjut, silakan sampaikan melalui kanal pengaduan kami.

















