Batam, AFJNews.Online – Di tengah hiruk-pikuk dunia modern, manusia kian larut dalam perburuan gelar, jabatan, dan harta kekayaan. Prestise sosial dijadikan tolok ukur keberhasilan, seolah-olah kehidupan akan abadi bersama kekuasaan dan kemewahan. Namun sejarah dan realitas kehidupan membuktikan satu hal yang tak terbantahkan semua itu hanya sementara, sementara tua dan mati adalah kepastian yang tak bisa ditawar. Senin (29/12/2025)
Fenomena degradasi moral, ketidakadilan, keserakahan, hingga konflik yang terus bermunculan dinilai sebagai tanda bahwa manusia semakin jauh dari kesadaran hakikat hidup.
Banyak yang lupa bahwa usia terus berjalan, raga kian menua, dan kematian perlahan mendekat tanpa pernah meminta izin.
“Gelar akademik, jabatan tinggi, serta kekayaan berlimpah tidak akan mampu menahan waktu. Semua akan ditinggalkan ketika ajal tiba,” ungkap seorang tokoh masyarakat dalam refleksi keagamaan yang disampaikan kepada awak media.
Akhir waktu bukan semata dimaknai sebagai kiamat besar, melainkan juga sebagai peringatan akan berakhirnya kesempatan manusia untuk berbuat baik.
Setiap detik yang berlalu adalah pengurangan jatah usia. Setiap jabatan yang diemban sejatinya hanyalah amanah, bukan simbol keabadian.
Ironisnya, tidak sedikit manusia yang justru lupa diri ketika berada di puncak kekuasaan. Kesombongan tumbuh, nurani dibungkam, dan kepentingan pribadi ditempatkan di atas nilai kemanusiaan. Padahal, saat tubuh mulai renta dan tenaga melemah, semua gelar itu tak lagi berarti apa-apa.
Pada akhirnya, manusia akan kembali dalam keadaan paling sederhana. Tak ada perbedaan antara pejabat dan rakyat jelata, antara orang kaya dan miskin. Semua akan dibaringkan di liang lahat yang sama, hanya ditemani amal perbuatan semasa hidup.
Kesadaran akan akhir waktu seharusnya menjadi pengingat agar manusia hidup lebih rendah hati, adil, dan bertanggung jawab. Dunia hanyalah tempat singgah, bukan tujuan akhir. Yang abadi bukanlah jabatan, melainkan jejak kebaikan yang ditinggalkan.
Maka sebelum usia habis dan kesempatan tertutup, manusia diajak untuk kembali merenung sudahkah gelar dan jabatan digunakan untuk kebaikan, atau justru menjadi jalan menuju kesia-siaan?
Gelar dan Jabatan Hanyalah Sementara, Tua dan Mati Adalah Kepastian
Redaksi2 min baca

















