Scroll untuk baca artikel
banner 468x60
Example floating
Example floating
banner 468x60
Sosial

Dirjenpas Kemen Imipas Tinjau Sejumlah Rumah Tahanan di Jawa Tengah

Avatar photo
59
×

Dirjenpas Kemen Imipas Tinjau Sejumlah Rumah Tahanan di Jawa Tengah

Sebarkan artikel ini

Jawa Tengah, Afjnews.online – Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemen Imipas) Mashudi melakukan rangkaian peninjauan ke sejumlah Rumah Tahanan Negara (Rutan) di wilayah Jawa Tengah untuk memastikan kualitas pelayanan, pembinaan warga binaan, serta perkembangan pembangunan sarana prasarana.

Kunjungan ini meliputi Rutan Kelas IIB Salatiga, Rutan Kelas IIB Boyolali, dan Rutan Kelas I Surakarta, Senin (1/12/2024).

Di Rutan Kelas IIB Salatiga, Mashudi meninjau langsung kondisi hunian yang saat ini mengalami kelebihan kapasitas.

“Dengan daya tampung 56 orang namun dihuni 182 warga binaan, persoalan overcrowded menjadi sorotan utama,” katanya dalam keterangan dikutip pada Kamis (4/12/2025).

Baca Juga :  PT PLN Berkolaborasi Bersama DPC HNSI Kota Medan Dan Relawan Wak Young Tanam Pohon Mangrove

Ia juga mengecek dapur rutan untuk memastikan standar kebersihan, penyimpanan bahan pangan, serta alur distribusi makanan berjalan sesuai ketentuan.

Tak hanya itu, blok hunian berstatus cagar budaya turut diperiksa sebagai bagian dari upaya perawatan bangunan bersejarah yang membutuhkan penanganan teknis khusus.

“Keterbatasan fasilitas tidak boleh menjadi alasan menurunnya pelayanan dasar,” ujarnya.

“Pemenuhan kebutuhan harian warga binaan, termasuk layanan hunian dan kualitas dapur, harus tetap diutamakan,* imbuhnya.
Kunjungan kemudian berlanjut ke Rutan Kelas IIB Boyolali. Di lokasi ini, Dirjenpas Mashudi meninjau program pembinaan kemandirian berbasis pertanian, mulai dari budidaya melon sweet lavender hingga penguatan ketahanan pangan melalui kelapa hibrida, cabai, lele, sawi, dan kacang panjang.

Baca Juga :  Bhabinkamtibmas Polsek Balaraja Polresta Tangerang Giat Pemanfaatan Lahan Sektor Ketahanan Pangan (Sayuran Cabe ) di Desa Tobat 51

“Salah satu capaian yang ditampilkan adalah panen lele sekitar 200 kilogram setiap tiga bulan, yang sebagian hasilnya dibeli vendor bahan makanan sebagai bagian dari alokasi kontrak 5 persen untuk pemberdayaan ketahanan pangan Lapas/Rutan,” tuturnya.

Mashudi juga mengunjungi Balai Latihan Kerja (BLK), tempat warga binaan memproduksi cocoshade dan keset sabut kelapa.

Kepada pejabat pengadaan, ia menegaskan pentingnya mengutamakan pelibatan pelaku usaha lokal dalam penyediaan bahan makanan agar keberadaan rutan turut memberi nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Pengadaan bahan makanan harus memberi manfaat bagi masyarakat lokal. Libatkan pengusaha setempat agar Rutan bisa menjadi penggerak ekonomi daerah,” tegasnya.

Baca Juga :  Danramil Hadiri HUT ke-144 Balaraja, Dorong UMKM dan Pelayanan Publik

Rangkaian kunjungan ditutup di Rutan Kelas I Surakarta, di mana Mashudi meninjau progres pembangunan blok hunian baru. Ia meminta proyek tersebut dipercepat tanpa mengabaikan aspek pengamanan.

Setiap pembangunan, lanjutnya, harus melalui kajian kerawanan, mulai dari analisis titik rawan, akses pengawasan, pemasangan CCTV, hingga mitigasi potensi gangguan keamanan.

“Kami memastikan jajaran Pemasyarakatan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan, pembinaan serta penguatan keamanan di seluruh Lapas dan Rutan agar keberadaannya semakin memberi manfaat bagi masyarakat luas,” pungkasnya

banner 468x60
Example 120x600