BELAWAN, AFJNews.online – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 menggelar Pelatihan Safety Awareness bagi insan Pelindo Group pada Selasa (30/6) di Kantor Regional 1, Medan. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) guna menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif.
Pelatihan diawali dengan Safety Induction dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai penerapan budaya keselamatan kerja di lingkungan operasional pelabuhan.
Sebagai narasumber, Anggiat M.S., S.T., M.M. menyampaikan materi mengenai prinsip-prinsip keselamatan dan kesehatan kerja, identifikasi potensi bahaya, pengendalian risiko, serta pentingnya kepatuhan terhadap prosedur kerja yang berlaku. Kegiatan juga dilengkapi dengan praktik penggunaan safety equipment untuk pekerjaan di ketinggian guna meningkatkan kompetensi peserta dalam menggunakan alat pelindung diri dan peralatan keselamatan secara tepat.
Selain penyampaian materi, pelatihan turut diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperdalam pemahaman serta berbagi pengalaman terkait penerapan aspek keselamatan di lingkungan kerja.
Manager Hukum dan Humas PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1, Fadillah Haryono, mengatakan bahwa pelatihan ini menjadi salah satu upaya perusahaan dalam meningkatkan kesadaran seluruh pekerja terhadap pentingnya keselamatan kerja sebagai bagian dari budaya perusahaan.
“Pelindo Regional 1 terus berkomitmen menanamkan budaya keselamatan kepada seluruh insan perusahaan. Melalui pelatihan ini, kami berharap setiap pekerja semakin memahami pentingnya bekerja sesuai prosedur, menggunakan alat pelindung diri secara benar, serta mampu mengidentifikasi dan mengendalikan potensi risiko di tempat kerja,” ujar Fadillah.
Melalui pelatihan Safety Awareness ini, Pelindo Regional 1 berharap budaya keselamatan semakin melekat dalam setiap aktivitas kerja sehingga dapat meminimalkan risiko kecelakaan, meningkatkan kepatuhan terhadap standar K3, serta mendukung operasional kepelabuhanan yang aman, andal, dan berkelanjutan.

















