Scroll untuk baca artikel
banner 468x60
Example floating
Example floating
banner 468x60
Berita

Pelayanan Bobrok dan Biarkan Desa Gelap Gulita, Warga Desak Manajer PLN Aek Nabara Dicopot!

Avatar photo
100
×

Pelayanan Bobrok dan Biarkan Desa Gelap Gulita, Warga Desak Manajer PLN Aek Nabara Dicopot!

Sebarkan artikel ini

KAMPUNG RAKYAT, AFJNews.Online – Pelayanan PT PLN (Persero) ULP/Rayon Aek Nabara kembali mendapat sorotan tajam dari warga. Kekecewaan masyarakat kini memuncak akibat pemadaman listrik yang terjadi hampir setiap hari, yang dinilai sebagai dampak buruknya manajemen perawatan jaringan di bawah kepemimpinan Manajer PLN Rayon Aek Nabara, Agus. Kamis (18/06/2026)

Warga menilai pihak manajemen terkesan melakukan pembiaran terhadap faktor-faktor pemicu gangguan arus listrik. Mulai dari kurangnya perawatan preventif terhadap tiang yang rentan tumbang, dahan pohon yang mengenai jaringan, hingga antisipasi gangguan akibat binatang. “Tiada hari tanpa mati lampu,” cetus salah seorang warga dengan nada geram.

Baca Juga :  Banjir Saat Hujan Deras di Batam, Lemahnya Pengawasan Lingkungan Jadi Catatan Kritis

Kemarahan warga mencapai puncaknya setelah insiden tumbangnya tiang PLN di Dusun Pintasan, Desa Tanjung Mulia, pada Rabu sore (17/6) sekira pukul 15:00 WIB. Bukannya langsung dievakuasi dan diperbaiki, penanganan dari petugas lapangan dinilai sangat lamban.

Menurut kesaksian warga setempat, petugas PLN sempat datang ke lokasi pasca-kejadian. Namun, mereka hanya mematikan arus listrik, melihat kondisi tiang, lalu pergi meninggalkan lokasi tanpa ada tindakan perbaikan nyata hingga berita ini ditayangkan.

Melalui Pesan WhatsApp Pihak PLN sempat berdalih bahwa perbaikan akan dilakukan pada malam hari sembari menunggu kedatangan mobil crane. Namun hingga keesokan harinya, janji tersebut tidak kunjung terealisasi, membiarkan masyarakat Dusun Pintasan Desa Tanjung Mulia terisolasi dalam kegelapan.

Baca Juga :  Polisi Sigap Temukan Anak Hilang di Tengah Meriahnya Pagelaran Seni Budaya Asahan

Kalau memang manajer tidak sanggup ‘putar kepala’ (berusaha keras) untuk mendatangkan crane, biar kami masyarakat yang patungan untuk menyewa crane sendiri! Tetapi Manajer Agus harus sadar diri dan meletakkan jabatannya, karena kepemimpinannya jelas-jelas sudah menyusahkan masyarakat,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat dengan kecewa.

Menyikapi ketidakpedulian dan buruknya pelayanan ini, Gerakan Pemuda Desa Tanjung Mulia saat ini tengah menggelar diskusi intensif untuk  rencana melakukan aksi damai. Warga berencana melayangkan tuntutan resmi dan menggelar aksi guna meminta PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Rantauprapat serta PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara segera turun tangan.

Baca Juga :  Bupati Agara Resmi Tutup MTQ Ke-XL Aceh Tenggara, Kafilah Lawe Sigala-Gala Raih Juara Umum

Masyarakat menuntut adanya evaluasi total dan reformasi struktural di tubuh PLN Rayon Aek Nabara, termasuk mendesak pencopotan jabatan Manajer Agus yang dinilai gagal memberikan pelayanan prima yang menjadi hak konsumen.

banner 468x60
Example 120x600