Sanggau, AFJNews.online – Komitmen pelayanan dasar kelistrikan di Dusun Segok dan Dusun Sebaboi, Desa Sebuduh, Kecamayan Kembayan, Kabupaten Sanggau, kembali menjadi sorotan tajam setelah janji survei dari pihak PLN Sanggau hingga kini tak kunjung direalisasikan tanpa kejelasan.
Sebelumnya, pada 2 Februari 2026, Kepala Desa Sebuduh bersama perwakilan warga secara resmi menemui Bupati Sanggau untuk memperjuangkan masuknya jaringan listrik di dua dusun tersebut. Dalam pertemuan itu, Bupati Sanggau langsung melakukan komunikasi via telepon dengan pihak PLN Sanggau.
Dari hasil koordinasi tersebut, pihak PLN menyampaikan akan segera melakukan survei lapangan sebagai langkah awal tindak lanjut pemasangan jaringan listrik. Pernyataan tersebut saat itu disampaikan sebagai bentuk respons positif atas aspirasi masyarakat.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan kondisi berbeda. Hingga pertengahan bulan Juni 2026, tidak ada satu pun aktivitas survei yang terlihat maupun informasi resmi lanjutan dari pihak PLN Sanggau terkait realisasi janji tersebut.
Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat, sekaligus menimbulkan kesan adanya kelambanan serius dalam menindaklanjuti kebutuhan dasar warga. Janji yang semula disampaikan dalam forum resmi bersama kepala daerah kini dinilai hanya menjadi pernyataan tanpa kepastian eksekusi.
Lebih lanjut, upaya konfirmasi yang dilakukan pihak media Aktualita.online ke kantor PLN Sanggau sebanyak dua kali juga tidak membuahkan hasil. Tidak satu pun pejabat yang berwenang, baik Kepala PLN maupun bagian survei, dapat ditemui untuk memberikan penjelasan terkait mandeknya tindak lanjut tersebut.
Sikap tertutup dan tidak adanya kejelasan ini semakin memperkuat kritik publik terhadap kinerja PLN Sanggau dalam merespons kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat pedesaan.
Hingga berita ini dipublikasikan, pihak PLN Sanggau belum memberikan keterangan resmi terkait alasan keterlambatan, jadwal survei, maupun kepastian realisasi penyambungan listrik ke Dusun Segok dan Dusun Sebaboi.
Masyarakat kini mendesak adanya tindakan nyata, bukan sekadar janji koordinasi, mengingat listrik merupakan kebutuhan vital yang menyangkut pendidikan, ekonomi, dan kualitas hidup warga di dua dusun tersebut.

















