Scroll untuk baca artikel
banner 468x60
Example floating
Example floating
banner 468x60
BeritaHukum

Klaim Penyelesaian Sengketa Lahan Padang Halaban Dinilai Sepihak dan Abaikan Eksekusi PN Rantau Prapat

Avatar photo
172
×

Klaim Penyelesaian Sengketa Lahan Padang Halaban Dinilai Sepihak dan Abaikan Eksekusi PN Rantau Prapat

Sebarkan artikel ini

Labuhanbatu Utara, AFJNews.Online – Publikasi mengenai klaim penyelesaian sengketa agraria antara Kelompok Tani Padang Halaban Sekitarnya (KTPHS) dengan PT Sinar Mas Agro Resource and Technology (SMART) Tbk di Ruang Rapat II Kantor Gubernur Sumatera Utara pada Kamis (4/6/2026) lalu, dinilai terburu buru dan belum berkepastian hukum yang tetap.

Berita yang telah beredar luas tersebut disinyalir mengaburkan fakta hukum fundamental yang telah terjadi di lapangan sebelumnya. Berdasarkan data yang dihimpun, Pengadilan Negeri Labuhan Batu – Rantau Prapat – sebenarnya telah melakukan eksekusi resmi atas objek perkara tersebut pada tanggal 28 Januari 2026.

Baca Juga :  PT Prima Indonesia Logistik Lepas Tugas Peserta Magang Kementerian Ketenagakerjaan RI Batch II

LMR RI Komda Labuhanbatu Utara (Labura) menilai, narasi penyelesaian yang dilemparkan ke publik cacat secara Keberimbangan informasi (cover both sides). Pasalnya, dalam pertemuan yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan HAM Kementerian HAM RI tersebut, pihak PT Smart hanya dihadiri oleh sebatas tingkat perwakilan, bukan dihadiri oleh pengambil kebijakan tertinggi atau sang pemilik perusahaan yang memang memiliki otoritas legal-formal.

Baca Juga :  Jalin Silaturahmi, Kapolresta Tangerang Kunjungi KPU dan Bawaslu

“Sebuah kesepakatan agraria yang melibatkan korporasi besar tidak bisa diklaim selesai begitu saja hanya berdasarkan kehadiran “Perwakilan” di meja rapat ? Sementara di sisi lain masih ada produk hukum konkret berupa eksekusi pengadilan pada Januari 2026 yang seolah dikesampingkan,” ujar perwakilan tim investigasi.

Baca Juga :  Sumut dan Aceh Dilanda Bencana, MIG PEDULI Bergerak Hadirkan Bantuan Kemanusiaan.

LMR RI Komda Labura dan masyarakat meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan instansi terkait untuk tidak memberikan informasi yang bias kepada publik sebelum ada berita acara kesepakatan formal yang ditanda tangani oleh pemegang hak Ulayat/perusahaan yang sah, demi menjaga kondusifitas dan dan kepastian hukum di Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Hendra

banner 468x60
Example 120x600