BELAWAN, AFJNews.online – Praktisi hukum, Helmax Alex Sebastian Tampubolon, mendesak Whisnu Hermawan Februanto selaku Kapolda Sumatera Utara untuk segera mengevaluasi kinerja Rosef Efendi sebagai Kapolres Pelabuhan Belawan.
Desakan tersebut muncul menyusul meningkatnya tindak kriminal jalanan serta maraknya penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan.
Menurut Helmax, sejak kepemimpinan AKBP Rosef Efendi, belum terlihat langkah signifikan dalam menekan aksi kriminalitas, khususnya yang melibatkan geng motor dan begal.
“Korban jiwa terus berjatuhan akibat aksi brutal geng motor dan begal. Ini kondisi yang sangat memprihatinkan,” ujar Helmax, Rabu (8/4/2026).
Ia mengungkapkan, dalam beberapa hari terakhir saja telah terjadi sejumlah kasus menonjol yang memperlihatkan lemahnya pengawasan keamanan.
Di antaranya:
Seorang pria tewas setelah diikat dan dianiaya di Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan (Senin, 6/4).
Dua penumpang angkot menjadi korban begal di kawasan Jalan Yos Sudarso, simpang Jalan Kayu Putih, Kecamatan Medan Deli (Selasa, 7/4).
Seorang petugas jaga malam dibacok sekelompok remaja yang diduga geng motor di kawasan Belawan (Rabu dini hari, 8/4).
Helmax menilai, rentetan kejadian tersebut menunjukkan aparat belum mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Di mana peran polisi? Mengapa patroli tidak maksimal? Ini menjadi tanda tanya besar,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti lambannya respons aparat dalam menangani potensi konflik. Ia menyinggung kasus tawuran di Kelurahan Sicanang yang berujung penjarahan dan perusakan rumah warga.
Menurutnya, warga sudah lebih dulu memberikan informasi kepada pihak kepolisian, namun tidak ditindaklanjuti secara cepat hingga akhirnya aksi tawuran benar-benar terjadi.
Selain itu, Helmax menilai maraknya kriminalitas tidak terlepas dari peredaran narkotika yang kian bebas.
“Uang hasil kejahatan mayoritas digunakan untuk membeli narkoba seperti sabu dan ganja,” ungkapnya.
Ia bahkan menyebut aktivitas peredaran narkoba di sejumlah wilayah sudah seperti “rahasia umum”, termasuk di kawasan bantaran Sungai Bederah, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan.
“Di sana, jual beli sabu seolah berlangsung terang-terangan,” katanya.
Atas kondisi tersebut, Helmax menegaskan sudah saatnya dilakukan evaluasi terhadap kinerja Kapolres Pelabuhan Belawan.
“Kapolda Sumut perlu meninjau ulang posisi Kapolres. Penanganan tawuran lemah dan pengungkapan kasus juga minim,” pungkasnya.

















